Cicipi 4 Kuliner Raja Ampat yang Unik dan Lezat Berikut

nama pantai pulau Papua

Jika mendengar kuliner dari Papua, pasti makanan papeda yang pertama kali terlintas di benak Anda. Makanan dari sagu ini terbilang unik karena teksturnya yang lengket dan kenyal lalu disantap dengan ikan kuah kuning yang gurih. Rasanya tentu lezat dan menggiurkan.

 

Selain papeda, ada beberapa hidangan khas lain yang tak kalah unik dan lezat, lho. Penasaran apa saja?

 

Cacing laut

Ya, Anda tidak salah baca kok, nama hidangan ini. Cacing laut ini adalah cemilan sehari-hari masyarakat Ayau, nama pantai pulau Papua. Cacing ini diburu dengan mengeruk pasir menggunakan tangan, kemudian memasukkan batang kayu kecil mirip lidi ke dalam pasir yang telah dikeruk. Setelah itu cacing akan melilit batang kayu dan siap diambil. Cacing laut yang sudah bersih akan diolah dengan cara dipanggang menggunakan tempurung kelapa dan kayu bakar.

 

Tampilannya setelah matang mirip dengan kentang namun teksturnya yang alot mirip sekali dengan gurita. Makanan berprotein tinggi ini hadir dalam beberapa variasi bumbu, salah satunya bumbu rica pedas. Hmm, tertarik untuk mencobanya?

 

Baha-baha

Baha-baha ialah satu kuliner dari wisata Papua Raja Ampat yang secara khusus disajikan oleh penduduk Kampung Lopintol. Makanan ini diolah dengan cara sagu basah dikeringkan lalu disaring dan dicampur dengan kelapa parut. Adonan sagu ini dipanaskan di atas wajan, diratakan, dan setelah matang nanti disajikan dengan cara menggulung adonan.

 

Baha-baha biasa disebut dengan dadar sagu karena dilihat dari penyajiannya. Makanan tradisional ini biasa dinikmati sebagai teman minum teh di pagi dan sore hari. Rasanya manis dan legit, cocok untuk dijadikan camilan.

 

Habo kon

Habo kon adalah makanan tradisional berupa campuran sagu dengan daging bia kodok. Bia kodok ini bukanlah katak atau swike, melainkan kerang besar yang bercangkang hitam dan berbentuk bulat. Kerang ini biasanya hidup di area sekitar tanaman bakau.

 

Cara membuat habo kon sangat unik. Sagu yang telah dikeringkan, dicampur bumbu hingga membentuk adonan. Nantinya adonan tersebut dimasukkan ke dalam cangkang kerang yang telah dibersihkan dan dipanggang. Berbeda dari baha-baha, habo kun memiliki rasa yang gurih dan tidak terlalu manis

 

Gani nu

Makanan tradisional warga Kampung Lopintol adalah gani nu. Makanan ini terbuat dari sagu yang dicetak dengan menggunakan cetakan tanah liat bernama aba na. Gani nu diolah dengan cara sagu basah ditapis dengan saringan lalu dicampur kelapa parut. Setelah itu adonan dicampur dengan gula aren dan dibakar.

 

Camilan ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur yang renyah. Gani nu atau sagu bakar ini lebih nikmat disantap dengan teh atau kopi panas sebagai camilan sore hari. Hmm, sepertinya sedap, ya. Anda tertarik untuk mencicipinya?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.