
Anda punya masalah dengan beton yang cepat rusak, retak, dan rapuh? Ini bisa disebabkan perawatan yang tak tepat hingga kesalahan saat proses konstruksi. Kondisi ini tentu merugikan dan membuat Anda perlu mengeluarkan biaya perbaikan.
Untuk menghindarinya, ternyata ada beberapa hal penting yang mendukung umur beton. Mulai faktor persiapan hingga produk hardener yang tepat, mari ikuti tips penting yang akan kami sajikan pada tulisan kali ini!
6 Langkah Penting untuk Memperpanjang Umur Beton Anda
Memperpanjang umur beton bukanlah hal mustahil. Kiat-kiat yang tepat untuk merawat material ini bisa jadi langkah penting agar konstruksi Anda bertahan dalam waktu yang lama. Lantas, apa saja yang harus dilakukan?
● Langkah Awal Pengecoran yang Tepat
Langkah paling awal seperti pengecoran berpotensi dalam mendukung umur beton. Kesalahan pembuatan adukan dan komposisi bahan bisa menimbulkan kerusakan. Ini termasuk beton menjadi rapuh, mengalami penyusutan, hingga retak.
Pengecoran juga tak luput dari cara membuat campuran. Pastikan gunakan mesin mixer agar adukan lebih sempurna. Jangan lupa untuk memperhatikan waktu mencampur adukan yang tak boleh lebih dari tiga menit.
Setelah itu, Anda bisa fokus meminimalisir rongga dan memastikan beton padat dengan maksimal. Hal ini bisa dilakukan dengan menentukan cuaca yang tepat saat pengecoran sehingga kualitas beton lebih baik.
Saat pengecoran, gunakan juga bekisting atau cetakan yang kuat sehingga adukan tidak bocor. Langkah pertama ini membuat beton awet untuk konstruksi jangka panjang.
● Melakukan Curing Beton
Istilah curing tentu juga tak boleh dilupakan karena penting untuk mendukung keawetan beton. Curing mampu membuat kelembaban tetap terjaga setelah adukan dituangkan.
Metode ini memiliki beberapa tahapan yang harus dilakukan. Pertama, Anda bisa menutup permukaan dengan plastik sehingga penguapan air bisa diminimalisir. Kedua, lakukan juga penyiraman berkala sehingga keretakan bisa dicegah.
Anda juga bisa mengaplikasikan curing compound, yaitu senyawa untuk mendukung kelembaban beton berapa di level yang sesuai.
Langkah penting ini umumnya dilakukan minimal 7 hari setelah pasca pengecoran. Tujuan utama curing adalah menjaga beton tak kehilangan air dalam waktu yang cepat sehingga pemadatan pun maksimal.
● Hindari Beban Berlebih di Awal Pemasangan
Material ini memang kuat. Tetapi, memberikan beban terlalu berat di awal pemasangan bisa menurunkan usia beton, lho! Umumnya, beton baru mencapai kekuatan maksimal 28 hari setelah konstruksi selesai.
Dalam kurun waktu ini, sebaiknya tetap pantau kondisi beton dan jangan difungsikan langsung secara maksimal. Beban terlalu berat di awal pemasangan membuat beton mengalami deformasi atau retak.
Ini tentu bisa menjadi kerugian pada konstruksi Anda. Beton yang rusak membuat usia pakai menurun dan kita perlu memikirkan perbaikan. Jadi, tetap perhatikan hal ini pada konstruksi beton, ya!
● Jauhkan dari Bahan Kimia

Untuk fungsi apa konstruksi beton digunakan? Dalam kebutuhan standar, Anda perlu menjaga beton dari paparan bahan kimia, apalagi yang bersifat agresif, karena bahan kimia berpotensi mengurangi umur beton.
Sifat bahan korosif seperti asam, garam, dan alkali mampu bereaksi pada beton. Hasilnya, tulangan baja bisa mengalami korosi. Ini tentu menyebabkan kerusakan struktural yang cukup parah.
Jika konstruksi atau lantai beton berfungsi untuk bangunan rentan bahan kimia, Anda bisa menambahkan pelapis anti kimia atau aditif yang tahan sulfat. Hal ini bisa menjadi solusi agar umur beton tetap lama.
● Melakukan Perawatan Berkala
Setiap material memerlukan perawatan agar bertahan lama, tak terkecuali beton. Perawatan berkala bisa dimulai dari memperbaiki retakan kecil dan membersihkan permukaan dari debu atau kotoran.
Anda juga perlu memperhatikan area dengan mobilitas yang tinggi. Ini karena permukaannya lebih rentan mengalami keausan. Selain retak dan aus, periksa juga karat pada tulangan.
Memperbaiki kerusakan kecil dapat menjadi langkah penting untuk mencegah risiko lebih besar. Beton pun bisa bertahan lebih lama dan tetap kuat maksimal.
● Menggunakan Pengeras Beton yang Tepat
Tentu saja, beton yang memiliki umur panjang didukung dengan pengeras yang sesuai. Saat ini, Anda bisa memilih berbagai jenis yang sesuai dengan kebutuhan. Pengeras memang memiliki fungsi yang krusial.
Produk yang tepat mampu mendukung daya tahan, kekuatan, dan proses pengerasan. Proyek konstruksi Anda pun bisa berjalan lebih efisien. Tak hanya itu, beton dengan pengeras bisa terhindar dari keretakan dan permukaannya padat dengan sempurna.
Dengan beton yang kuat dan tahan kerusakan jangka pendek, proyek Anda memiliki reputasi yang bagus. Bangunan pun lebih kuat dan aman.
Dukung Kekuatan dan Umur Beton Bersama Floor Hardener Berkualitas
Meski dikenal kuat dan tahan berbagai cuaca ekstrim, pemasangan beton harus didukung langkah yang tepat agar hasilnya maksimal. Kesalahan dari pemasangan justru membuat material mudah retak dan tidak memiliki umur yang panjang.
Akibatnya, Anda perlu mengeluarkan biaya perbaikan dan proyek menjadi tidak efisien. Untuk itu, mari mulai lakukan langkah mendukung umur pakai beton bersama floor hardener yang tepat dari Sika. SikaCim Concrete Additive, menjadi produk yang wajib Anda pilih.
Floor hardener ini mampu mengurangi air hingga 20% dan akan memberikan efek kenaikan kuat tekan hingga 40% ketika beton mencapai usia 28 hari. Produk ini juga mampu meningkatkan kekedapan air.
Tak heran, produk floor hardener ini memang berkualitas karena Sika sudah memiliki pengalaman hingga 114 tahun dan telah menghandle proyek global seperti Pusat Perbelanjaan DFO Homebush di Sydney, Australia.
Sika juga menjadi yang pertama dalam mencetuskan waterproofing semen di Indonesia, lho! Produk Sika bisa menjadi partner penting dalam setiap proyek konstruksi Anda. Mari tingkatkan kualitas bangunan bersama Sika dan rangkaian produk terbaiknya!
