India Sibuk Cari Oksigen Hingga Lokasi Kremasi Pasca Kasus Covid-19 Melonjak Drastis

Pemberlakuan sistem penguncian (lockdown) dan pembatasan yang ketat akibat pandemi virus corona (Covid 19) di India telah memunculkan rasa sakit, ketakutan dan penderitaan bagi banyak warga di New Delhi dan kota lainnya. Dalam 'adegan yang kini akrab' terlihat di seluruh penjuru negara itu, ambulans tampak bergegas dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, mencoba mencari tempat tidur pasien yang kosong. Sementara itu, kerabat yang berduka karena anggota keluarga mereka meninggal akibat Covid 19, terlihat berbaris di luar tempat krematorium.

Seperti yang disampaikan seorang dokter di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Shanti yang berbasis di Bengaluru, Dr. Sanjay Gururaj. "Saya mendapat banyak telepon setiap hari dari pasien yang sangat membutuhkan tempat tidur. Permintaan ini terlalu banyak dibandingkan jumlah yang tersedia," kata Dr. Gururaj. Ia pun mencoba melakukan pengecekan setiap harinya, apakah masih ada tempat tidur yang kosong.

Gururaj merasa stres saat mengetahui bahwa fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) kini mengalami kesulitan dalam menangani pasien Covid 19 yang melonjak drastis. Bahkan dirinya tidak bisa melakukan banyak hal untuk membantu pasiennya. "Saya mencoba mencari tempat tidur untuk pasien setiap hari, ini sangat membuat frustrasi karena tidak dapat membantu mereka. Dalam seminggu terakhir, tiga pasien saya meninggal di rumah karena tidak bisa mendapatkan tempat tidur. Sebagai seorang dokter, ini adalah perasaan yang sangat buruk," tegas Gururaj.

Dikutip dari laman AP News, Kamis (22/4/2021), Yogesh Dixit, seorang penduduk negara bagian Uttar Pradesh utara, mengatakan pada awal pekan ini bahwa ia harus membeli dua tabung oksigen. Masing masing tabung itu seharga 12.000 rupee atau senilai 160 dolar Amerika Serikat (AS), harganya lebih dari dua kali biaya normal. Dixit mengaku dirinya membeli tabung oksigen itu untuk ayahnya yang sedang sakit karena rumah sakit yang dikelola pemerintah di Lucknow kehabisan stok oksigen.

"Saya membeli dua tabung karena kapanpun dokter bisa meminta tabung oksigen lagi, saya sampai harus menjual perhiasan istri saya untuk bisa membeli ini," kata Dixit. Di sisi lain, tempat kremasi utama di Lucknow, ibu kota negara bagian, telah menerima hampir 200 jenazah pada hari Minggu lalu. Seorang warga lanjut usia (lansia) berusia 68 tahun, Shekhar Chakraborty menggambarkan pemandangan itu sebagai hal yang mengerikan.

"Mayat ada di mana mana, mereka dikremasi di trotoar. Saya tidak pernah mengalami pemandangan mayat seperti itu dalam hidup saya," jelas Chakraborty. Kementerian Kesehatan India mengatakan bahwa dari total produksi negara sebesar 7.500 metrik ton oksigen per hari, 6.600 metrik ton dialokasikan untuk penggunaan medis. Sedangkan 75 gerbong kereta api di New Delhi telah diubah menjadi rumah sakit yang menyediakan 1.200 tempat tidur tambahan untuk pasien Covid 19.

Leave a Reply

Your email address will not be published.